
Analisis Dengan Beban Eksternal
Kasus ini mensimulasikan kondisi lereng yang menerima beban tambahan.
Analisis Lereng Kering dengan Penambahan Beban Eksternal
a. Beban Titik
Pada kondisi kering, penambahan beban titik sebesar 25 kN dengan arah sekitar 72–75° terhadap horizontal menghasilkan faktor keamanan (FK) sebesar 4,925. Nilai ini sedikit lebih rendah dibanding kondisi tanpa beban, yang menunjukkan bahwa gaya terpusat tersebut memberikan tambahan gaya pendorong lokal pada area sekitar titik penerapan beban. Dikarenakan beban bekerja hampir vertikal, komponen gaya horizontalnya kecil, sehingga efek penurunan FK tidak signifikan secara global. Hal ini mengindikasikan bahwa pengaruh beban titik lebih bersifat lokal terhadap bagian di area atas lereng dan tidak banyak mempengaruhi kestabilan keseluruhan.

b. Beban Merata
Untuk beban merata sebesar 50 kN/m³ yang diterapkan secara vertikal pada permukaan lereng, diperoleh FK sebesar 5,004. Nilai ini hampir sama dengan kondisi awal tanpa beban, menunjukkan bahwa surcharge load tersebut tidak memberikan dampak signifikan terhadap kestabilan lereng. Kondisi ini bisa terjadi karena letak beban berada pada area yang relatif datar dan tidak langsung berhubungan dengan bidang gelincir kritis. Selain itu, tekanan vertikal dari beban merata juga dapat menambah tegangan normal pada bidang gelincir sehingga sebagian gaya pendorong dapat terkompensasi oleh peningkatan gaya geser tahanan.

Analisis Lereng Jenuh dengan Penambahan Beban Eksternal
a. Beban Titik
Pada kondisi jenuh, penambahan beban titik dengan konfigurasi yang sama menghasilkan FK sebesar 4,909. Dibanding kondisi kering, nilai ini mengalami sedikit penurunan akibat meningkatnya tekanan air pori yang menurunkan kekuatan geser efektif tanah. Namun, selisihnya sangat kecil (sekitar 0,016) yang menunjukkan bahwa muka air tanah tidak secara langsung memotong bidang gelincir utama atau tekanan pori yang timbul belum cukup besar untuk menurunkan kestabilan secara signifikan.

b. Beban Merata
Untuk kondisi jenuh dengan beban merata yang sama, diperoleh FK sebesar 5,003. Hasil ini hampir identik dengan kondisi kering, menandakan bahwa pengaruh beban vertikal terhadap kestabilan lereng tetap minimum meskipun terdapat tekanan air pori di bawah permukaan. Kemungkinan hal ini disebabkan oleh distribusi tekanan yang merata dan posisi area beban yang tidak langsung berada di atas zona kritis pergerakan tanah.

Secara keseluruhan, baik beban titik maupun beban merata tidak menunjukkan perubahan signifikan terhadap nilai FK, baik dalam kondisi kering maupun jenuh. Hal ini mengindikasikan bahwa lereng masih berada dalam kondisi sangat stabil. Namun, perlu dilakukan verifikasi lanjutan melalui analisis sensitivitas posisi dan besar beban untuk memastikan hasil yang lebih representatif terhadap kondisi aktual.