
Analisis Lereng Kering & Basah
Studi kasus ini membandingkan kestabilan lereng dalam kondisi kering dan saat jenuh oleh air tanah.
Analisis Lereng Kering
Pada kondisi kering, analisis menunjukkan faktor keamanan (FK) sebesar 5,013, yang berarti lereng berada pada kondisi sangat stabil. Nilai FK yang tinggi ini menunjukkan bahwa gaya penahan jauh lebih besar dibanding gaya pendorong, karena tidak terdapat pengaruh tekanan air pori di dalam massa tanah. Selain itu, gaya geser tanah bekerja optimal dalam menahan potensi pergerakan, sehingga bidang gelincir kritis yang terbentuk cenderung terletak lebih dalam.

Analisis Lereng Jenuh
Pada kondisi basah atau jenuh, hasil analisis menunjukkan faktor keamanan sebesar 5,009, yang tidak jauh berbeda dari kondisi kering. Hal ini mengindikasikan bahwa pengaruh muka air tanah pada lereng ini masih sangat kecil, kemungkinan karena:
Muka air tanah berada cukup dalam (sekitar 10 m dari permukaan)
Zona jenuh tidak memotong langsung bidang gelincir kritis
Bidang gelincir yang terbentuk juga memiliki pola dan kedalaman hampir sama dengan kondisi kering. Dengan demikian, stabilitas lereng tidak begitu sensitif terhadap kondisi muka air tanah pada kondisi geometri dan sifat material yang diuji. Namun demikian, nilai FK yang sangat tinggi (di atas 5) dapat mengindikasikan bahwa parameter tanah yang digunakan masih konservatif atau kemiringan lereng relatif landai.
