
Salah satu mekanisme utama yang mengendalikan kestabilan lereng adalah perubahan tegangan efektif akibat perubahan tekanan air pori, yang secara langsung memengaruhi kekuatan geser tanah.
Piezometric Lines
Slope/W akan menghitung tekanan air pori di dasar irisan dengan cara mengukur jarak vertikal dari titik tengah dasar irisan ke garis piezometrik, lalu mengalikannya dengan berat satuan air. Garis piezometrik dapat dibuat satu untuk seluruh domain atau khusus untuk setiap jenis material.
Pada tutorial ini akan dicontohkan penggambaran piezometric line. Buka menu Draw > Pore-water pressure atau klik shortcut. Saat muncul kotak dialog, sesuaikan material yang akan menggunakan piezometric line tersebut, lalu gambarkan garisnya.


Video Tutorial
Piezometric Lines with B-Bar
Pembebanan tanah secara tiba-tiba dapat menyebabkan terbentuknya tekanan air pori berlebih (excess pore water pressure). Laju disipasi atau pelepasan tekanan air pori berlebih ini tidak bersifat instan, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor meliputi konduktivitas hidraulik, ketebalan satuan geologi, serta jarak ke batas drainase. Kombinasi faktor-faktor tersebut akan menentukan apakah tekanan air pori berlebih cepat hilang atau tertahan dalam waktu yang lama (Seequent, 2025). Perubahan tekanan air pori yang dihasilkan dari perubahan tegangan vertikal total dapat didekati menggunakan pendekatan B-bar, yaitu:

di mana:

Spatial Pressure Head Function
Salah satu fitur untuk mendefinisikan kondisi tekanan air pori adalah dengan menggunakan spatial function untuk menetapkan nilai pressure head secara langsung pada titik-titik di dalam domain. Teknik interpolasi kriging digunakan untuk membentuk permukaan tekanan yang halus dan melewati semua titik yang telah ditentukan. Setelah permukaan tekanan ini terbentuk, dapat dihitung nilai tekanan air pori pada setiap titik koordinat dalam domain.
Pendekatan spatial function untuk pressure head sangat bermanfaat ketika tekanan air pori di lapangan tidak merata atau tidak mengikuti pola hidrostatik, seperti pada kondisi geologi kompleks atau zona jenuh yang tidak seragam. Metode ini juga berguna untuk memasukkan data lapangan dari piezometer secara langsung ke dalam analisis, sehingga hasil simulasi menjadi lebih akurat dan representatif.
Finite Element Results
Sebagian permasalahan dalam rekayasa geoteknik melibatkan distribusi tekanan air pori yang kompleks, yang tidak dapat direpresentasikan secara akurat hanya dengan menggunakan garis piezometrik. Nilai tekanan air pori pada finite element dapat berasal dari berbagai jenis analisis, seperti:
Seep/W untuk kondisi aliran air tanah steady-state maupun transient
Sigma/W untuk analisis beban-deformasi atau konsolidasi
Quake/W untuk analisis dinamik akibat gempa