
Pada dialog summary yang muncul setelah membuat proyek baru, isikan dengan nama proyek dan nama orang yang mengerjakan.

Untuk mendefinisikan analisis, klik add > Slope/W Analysis > Limit Equilibrium. Pada dialog, saat menambahkan Slope/W analysis terdapat 4 pilihan seperti Limit Equilibrium, Sigma/W Stress, Quake/W Stress, dan Quake/W Newmark Deformation. Pilihan Sigma/W Stress dan Quake/W Stress merupakan integrasi Slope/W dengan modul GeoStudio lain yang menggunakan metode finite element. Pada modul ini akan berfokus pada metode limit equilibrium.

Limit Equilibrium memiliki beberapa tipe analisis berdasarkan kesetimbangan yang digunakan, seperti yang dijelaskan pada bagian konsep sebelumnya. Pada tutorial ini akan digunakan metode limit equilibrium yaitu Morgenstern-Price. Setelah memilih tipe analisis, langkah selanjutnya adalah mengatur analisis menggunakan beberapa tab pada dialog yang muncul.

Tab Settings
Tab Settings menyediakan 5 opsi yang dapat disesuaikan.
Fungsi side function mengontrol hubungan antara gaya geser dan gaya normal antaririsan di sepanjang bidang longsor. Tersedia beberapa opsi, yaitu: constant, half-sine, clipped-sine, trapezoidal, dan fully-specified. Masing-masing bentuk fungsi mewakili asumsi distribusi gaya antaririsan yang berbeda. Pada tutorial ini, dipilih half-sine karena fungsi ini umum digunakan.

Dalam pengaturan tekanan air pori, tersedia beberapa metode untuk menentukan distribusi tekanan air pori yang akan digunakan dalam analisis (Seequent, 2025):
Parent Analysis – menggunakan tekanan air pori dari analisis induk, seperti Seep/W, Sigma/W, atau Quake/W.
Other GeoStudio Analysis – menggunakan tekanan air pori dari analisis lain, baik yang berada dalam proyek yang sama maupun dari file proyek terpisah.
Ru atau B-bar – menggunakan pendekatan Ru atau B-bar sebagai metode estimasi tekanan air pori sederhana.
Piezometric Line – membuat garis piezometrik untuk mendefinisikan distribusi tekanan air pori secara manual.
Spatial Function – membuat fungsi spasial dari tinggi tekanan (pressure head) untuk mendefinisikan tekanan air pori secara kontinu.
Kali ini akan dipilih piezometric line sehingga nanti akan digambarkan secara manual distribusi tekanan air porinya.

Opsi Staged Pseudo-static digunakan untuk melakukan analisis pseudostatik bertahap dalam konteks analisis gempa. Dalam pengaturan ini, terdapat dua pendekatan untuk kekuatan geser material:
Undrained Strengths, menggunakan persamaan yang diusulkan oleh Duncan et al. (1990) untuk tanah jenuh yang tidak mengalami drainase selama gempa.
Effective Stress Strengths, menghitung kekuatan geser efektif pada dasar setiap irisan sebelum beban gempa diterapkan.

Partial Factors adalah opsi untuk melakukan analisis kondisi batas ultimit (ultimate state analysis) dengan menerapkan faktor parsial pada beban, kekuatan tanah, dan sifat-sifat tanah lainnya. Pendekatan ini mengikuti ketentuan dalam standar desain geoteknik, seperti EuroCode 7, yang mensyaratkan penggunaan faktor parsial dalam memperhitungkan ketidakpastian dalam parameter dan memberikan tingkat keamanan yang memadai dalam desain (Seequent, 2025).
Unit Weight of Water merupakan pengaturan yang memungkinkan pengguna untuk menentukan berat isi air yang digunakan dalam perhitungan tekanan air, baik yang berasal dari garis piezometrik maupun dari fungsi spasial.

Tab Slip Surface
Tab ini memuat beberapa opsi penting, termasuk:
Arah pergerakan longsor (dari kiri ke kanan atau dari kanan ke kiri)
Opsi bidang longsor (slip surface option) untuk memilih metode pencarian
Opsi retakan tarik (tension crack option) untuk mempertimbangkan kemungkinan retakan tarik di bagian atas lereng
Secara umum, opsi slip surface mencakup beberapa metode pencarian bidang longsor, yaitu: Entry and Exit, Grid and Radius, Block Specified, dan Fully Specified. Selain itu, terdapat opsi Critical Slip Surfaces from yang memungkinkan untuk menggunakan bidang longsor dari analisis induk (Parent) atau dari analisis GeoStudio lainnya.
Opsi Tension Crack dapat digunakan untuk menambahkan retakan tarik ke dalam analisis. Secara default, opsi No tension crack akan aktif, yang berarti asumsi awal tidak ada retakan tarik dalam analisis. Untuk metode definisi bidang longsor Grid and Radius atau Entry and Exit, dapat diatur sudut retakan tarik (tension crack angle) untuk menentukan sudut dasar irisan, yang membatasi kemiringan bidang longsor. Jika bidang longsor mencapai sudut yang telah ditentukan, maka bidang tersebut akan diproyeksikan secara vertikal ke permukaan tanah untuk mensimulasikan adanya retakan tarik.
Alternatif lainnya, dapat menggunakan Tension crack line untuk menentukan lokasi retakan tarik secara eksplisit, dengan mengaktifkan Draw Tension Crack Line di jendela Definition nantinya. Jika bidang longsor memotong garis retakan tarik yang telah digambar, maka bidang tersebut akan diproyeksikan secara vertikal ke permukaan tanah (Seequent, 2025).
Selain itu, juga dapat mensimulasikan keberadaan air dalam retakan tarik melalui pengaturan Water in Tension Crack, di mana nilai 1.0 pada kolom Filled with water menunjukkan bahwa retakan tarik terisi air secara penuh.

Tab Distribution
Tab Distribution digunakan untuk menentukan cara perhitungan faktor keamanan (factor of safety) untuk setiap bidang longsor yang dianalisis.
Terdapat tiga opsi utama dalam Tab Distribution, yaitu:
Constant: menggunakan nilai properti yang tetap atau satu set parameter tunggal untuk semua bidang longsor. Pada tutorial ini akan digunakan tipe constant.
Probabilistic: melakukan analisis probabilistik menggunakan metode Monte Carlo, untuk memperhitungkan variabilitas parameter secara statistik.
Sensitivity: melakukan analisis sensitivitas terhadap semua bidang longsor berdasarkan rentang nilai parameter tertentu yang telah didefinisikan.

Tab Advanced
Tab ini memungkinkan untuk menyesuaikan pengaturan konvergensi serta optimasi bidang longsor yang digunakan dalam analisis. Tab Advanced mencakup tiga pengaturan utama:
1. Geometry Settings (Pengaturan Geometri)
Pengaturan ini berkaitan dengan geometri bidang longsor, meliputi:
Minimum slip surface depth: Kedalaman minimum bidang longsor diukur tegak lurus terhadap permukaan tanah.
Number of slices: Menentukan jumlah irisan (slices) default dalam analisis.
2. Convergence Settings (Pengaturan Konvergensi)
Pengaturan ini mengontrol proses iterasi dalam pencarian nilai faktor keamanan:
Maximum number of iterations: Jumlah maksimum iterasi yang diizinkan untuk memperoleh nilai faktor keamanan yang telah konvergen untuk nilai Lamda tertentu.
Tolerable difference: Batas toleransi perbedaan nilai faktor keamanan antara dua iterasi berturut-turut. Jika selisihnya lebih kecil dari nilai toleransi ini, maka solusi dianggap telah konvergen dan iterasi dihentikan. Nilai default untuk toleransi ini adalah 0.001.
3. Solution Settings
Bagian ini menentukan metode pencarian untuk menghitung nilai Lamda yaitu nilai di mana hasil perhitungan gaya dan momen menjadi setara (Seequent, 2025):
Search method: Metode pencarian yang digunakan, tersedia dua pilihan yaitu Root Finder dan Linear Search.
Search Method Options: Opsi dasar untuk setiap metode pencarian:
1) Untuk Linear Search, nilai-nilai Lamda dapat ditentukan secara eksplisit.
2) Untuk Root Finder, dapat ditetapkan batas toleransi, jumlah iterasi maksimum, serta nilai maksimum Lamda yang diperbolehkan.
